STARTUP DIGITAL
KARYA ILMIAH
LINGKUNGAN BISNIS
STARTUP DIGITAL
Disusun oleh:
Nama : Amirul Linggar
Pratama
NIM : 13.11.6917
NIM : 13.11.6917
Kelas : 13 S1-TI 03
STMIK AMIKOM Yogyakarta
Tahun Ajaran 2016-2017
ABSTRAK
Karya ilmiah
ini dibuat dengan tujuan untuk memberi informasi kepada pembaca. menjelaskan dan memberikan beberapa wawasan,
tips, dan trik dalam menarik investor agar mereka yakin dan tertarik untuk
berinvestasi dalam startup anda. Isi dari bahasan Karya ilmiah ini menjelaskan berbagai alasan
yang membuat investor itu bisa tertarik dengan startup anda, bagaimana
membangun bisnis yang potensial sehingga investor bersedia menaruh sejumlah
uang mereka dalam bisnis anda.
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Startup
sebenarnya adalah kata serapan bahasa Inggris yang artinya merupakan suatu
tindakan memulai usaha baru. Arti lebih luas maksudnya adalah suatu perusahaan
yang masih baru berdiri dan masih dalam tahap pengembangan. Jadi startup digital maksudnya adalah
perusahaan baru yang bergerak dibidang digital atau
media operasinya lewat aplikasi atau sistem digital.
Dalam waktu 2 tahun terakhir, banyak kompetisi start
up dan inkubator yang bermunculan. Investor serta Pemodal dari luar negeri
berdatangan dan mencari benih – benih startup untuk menanamkan modal di industri digital Indonesia, dalam hal
ini akan adanya optimisme akan masa depan industri digital indonesia.
Ada empat faktor yang menentukan kegagalan dalam
suatu startup, tetapi jika anda bisa meminimalisasi faktor ini, bisnis anda
bisa didanai investor dan sukses besar nantinya. Adapun empat faktor itu
adalah:
1. Resiko Bisnis ModelIni adalah resiko yang timbul dari bisnis model anda. Bagaimana meminimalisasi resiko dalam bisnis model? anda menjalankan bisnis model yang jelas, gampang dibuat, dan telah terbukti di Negara lain. Jangan termakan dengan hype dan ikut-ikutan tren yang sedang terjadi di Amerika, seperti 3D-Printing, Self Driveless Cars, dan sebagainya karena Amerika jauh lebih maju 8-10 tahun dibanding Indonesia. Jika hal itu dilakukan di Indonesia tentu tidak akan jalan. “Dalam mencari investor, sebaiknya sesuaikan dengan industri bisnis anda. Jika anda bergerak dalam dunia game, ya cari investor yang paham betul dalam dunia game. Dan juga, tidak semua investor suka hal baru karena hal baru biasanya lebih beresiko, jadi carilah hal lama yang pasarnya besar tapi belum banyak digarap orang.
Indonesia adalah pasar yang besar, coba cari celah yang bisa dimanfaatkan sebagai bisnis di sini,
Menjadi orang yang selalu kreatif berujung dengan menciptakan sesuatu hal yang sangat complicated. Lakukan saja hal yang sederhana dan gampang karena pada dasarnya, sebagai first time entrepreneur, anda perlu belajar dahulu sebelum mencapai kesuksesan dan berhasil membangun perusahaan yang besar.
Cara terbaik untuk mengurangi resiko dalam bisnis model adalah meniru bisnis yang telah berjalan di Negara lain, khususnya di Amerika sekitar 10 tahun yang lalu karena industri bisnis internet di Indonesia tertinggal sekitar 10 tahun lamanya.
2. Resiko Pasar
Startup juga bisa gagal karena ukuran pasar yang kecil. Untuk menjalankan bisnis yang bisa sustainable, masuklah ke pasar yang besar dan juga potensial. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pasar di Indonesia masih banyak yang belum digarap, coba cari celah itu dan manfaatkan sebagai tambang emas dalam bisnis anda.
3. Resiko Eksekusi
Sebagus apapun ide bisnis, jika tidak bisa merealisasikannya, ide itu akan tetap hanya menjadi angan-angan saja, tanpa pernah menjadi suatu produk yang nyata. Dalam membangun startup, tentu ada resiko dalam mengeksekusi produk agar bisa segera meluncur di pasar. Untuk menimilisasi resiko di bagian eksekusi, bangunlah tim yang kompeten di bidangnya masing-masing. Kumpulkan orang-orang yang anda rasa berkompeten untuk diajak bekerja sama membangun perusahaan, seperti apa yang dilakukan oleh Cekaja di mana mereka merekrut salah satu co-founder di Check24 yang telah berpengalaman dalam membangun situs perbandingan harga produk-produk finansial.
Tidak hanya mengumpulkan dan mengajak orang-orang yang berkompeten dalam membangun startup, sebagai first time entrepreneur, anda jelas tidak mempunyai banyak pengalaman dalam membangun perusahaan. Jadi, untuk meminimalisasi resiko, bangun produk atau bisnis yang gampang dilakukan agar anda bisa segera masuk ke pasar dan menguji coba produk anda langsung di pasar. Bekerja sama dengan orang yang kompeten merupakan pilihan terbaik untuk dilakukan dalam membangun startup.
4. Resiko Teknologi
Teknologi merupakan elemen yang cukup gampang diatasi karena pada dasarnya implementasi teknologi itu tidak begitu susah. Anda bisa meniru teknologi perusahaan lain dan menerapkannya dalam bisnis anda.
Kesimpulan
Dengan menerapkan dan meminimalisasi semua resiko di atas, kesempatan bisnis anda untuk diterima oleh investor akan semakin baik karena bisnis anda berpotensial, artinya bisnis modelnya bagus, pasarnya besar, tim anda kompeten, dan teknologinya tidak begitu rumit. Andy juga mengatakan bahwa anda juga harus paham dengan investor-investor yang ada di Asia, khususnya Asia Tenggara. Investor di sini tidak begitu suksa bisnis model yang rumit dan terlalu kreatif.
“Indonesia atau bahkan Asia itu berbeda dengan Silicon Vallley, sangat jauh berbeda. Jadi jangan samakan membangun startup di sini dengan Silicon Valley. Jangan membangun bisnis yang sangat rumit dan terlalu kreatif yang mana hasilnya nanti tidak bisa diterima pasar khususnya di Indonesia. Jangan termakan hype di Amerika karena saya sering menemukan orang Indonesia yang termakan hype dengan membangun bisnis yang tidak sesuai dengan pasar lokal. Bangunlah bisnis yang gampang, sederhana, jelas, dan sudah terbukti untuk meningkatkan peluang bisnis anda agar diterima oleh investor dan juga pasar. Pasar Indonesia masih luas dan masih banyak peluang, manfaatkanlah itu.
Sumber: startupbisnis
Terima Kasih Kepada : Universitas Amikom Yogyakarta

No comments: